Friday, May 18, 2012

Mengejar Matahari di "Jogya"


Jika libur panjang seperti wiken minggu ini (17 sd 20 Mei 2012), aku mengingat kembali #wisata 7B: Bunaken, Bukittinggi, Borobudur, Belitong, Bali, Bandung dan Baitullah.

Bunaken teringat dengan 5B termasuk Bubur, Bobo, Bibir, Boulevard. Di Bunaken memiliki taman laut yang amat indah untuk diabadikan. Kebanyakan wisatawan tak lupa melakukan selam scuba (scuba diving) untuk melihat keindahan alam dibawah laut Bunaken tersebut. 
Bukittinggi, pernah menjadi ibukota Indonesia, memiliki jam gadang yang mirip big ben, digelar Paris van Sumatera, kota #wisata yang sejuk dan tempat lahir Bung Hatta mantan wakil presiden Indonesia. 

Borobudur, candi-stupa masa wangsa syailendra. Bisa mengabadikan sunrise (matahari terbit) nan indah dari Borobudur atau Bukit Punthuk Setumbu. #wisata ke keraton, Malioboro dan Parang Tritis.

Belitong, negeri Laskar Pelangi, bisa mengenang kembali buku best seller atau film, langsung dari lokasi kejadian atau abadikan setumpuk bebatuan pantai nan indah.

Bandung, Paris van Java, terkenal dengan 5C-nya: Culinary (kuliner), Craft (kerajinan), Cewek Geulies (Cantik), Clothing (pakaian) dan Ciamik untuk #wisata

Baitullah, wow yang satu ini merupakan #wisata rohani, muslimin atau muslimat harus menyiapkan diri dengan 4TA (harTA karena biaya gede, TAhta karena harus berada pada ma'rifat uztad, kaTA karena harus banyak berdzikir dan cinTA karena harus semakin menyiapkan diri lebih mencintai Allah dan Rasulullah). 

Bali, kota pulau dewata, mengenang kembali saat menawar lukisan di Pasar Sukowati, sa'keliling Bali dengan rent car (mobil sewa) "bebas tilang", bisa #wisata dari pantai sampai dengan daratan tingi (pegunungan). Di Bali, wisatawan yang menggunakan mobil sewa umumnya diberi kode mobil RC. Pemerintah menata sistem rent car, polisi atau warga Bali akan mengenali dengan baik, sehingga dapat menuntun atau menginfokan kepada wisatawan.

Mempertimbangkan beberapa hal seperti kelonggaran waktu, ketersediaan trasnportasi, biaya dan pertimbangan lain seperti histori atau rindu yang membuncah, akhirnya aku memutuskan untuk ke Borobudur dari 7B pilihan yang ada. Target ke Borobudur atau sekitarnya adalah berwisata dan mengejar matahari. Betapa tidak, di Borobudur khususnya di atas Stupa kita bisa mengabadikan sunrise  yang tersembul atau muncul di dua pegunungan nan indah yakni Gunung Merbabu dan Gunung Merapi atau dapat menikmati keindahan mentari pagi di Bukit Punthuk Setumbu yang berada di dekat Borobudur. Pada arah barat, kita dapat mengabadikan sunset atau matahari terbenam di Parang Tritis.

Keinginan untuk mengabadikan matahari terbit dan terbenam serta rindu yang membuncah terkait Jogyakarta, aku dan keluarga (berempat) berangkat saat wiken.

Pada tanggal 16 Mei 2012 perjalanan aku mulai dari Bandung dan tiba di Jogya tanggal 17 Mei, akupun sudah merencanakan untuk mengejar sunrise pada keesokan harinya, namun menjelang maghrib saya berusaha mengejar matahari terbenam dahulu di Parang Tritis, sayang tak sempat menikmatinya karena tertutup awan, sedih juga mengalami hal ini. Aku jadi teringat dengan pepatah yang berbunyi: manusia merencanakan, tuhan yang memutuskan.

Keesokan harinya, akupun berkemas dan bersama keluarga mempersiapkan diri. Persiapan yang mantappun terlaksana, setelah shalat tahajud, aku dan keluarga berangkat ke Borobudur menjelang jam 03.57 subuh (maklum mengantispasi segala hal). Mengenali Borobudur, hampir semua orang Jogya tahu, namun untuk Bukit Punthuk Setumbu, dari beberapa orang Jogya yang aku tanya tak satupun yang tahu termasuk orang Jogya tempat saya menginap. Lokasi Bukit Punthuk Setumbu aku tahu saat akan shalat subuh di mesjid SPBU Candi Mas, seorang ibu paruh baya yang jualan jajanan (sayur-sayuran dan kue) motorlah yang menginformasikan lokasi tersebut bahwa letaknya berdekatan dengan Borobudur. Wow senang amir, akhirnya ada juga yang mengetahui lokasi Bukit Punthuk Setumbu, gumamku.

Kamipun melanjutkan perjalanan ke Borobudur setelah shalat subuh, saat menjelang tiba di pintu gerbang Borobudur, beberapa orang meneriakkan (umumnya pengendara motor) kata sunrise (matahari terbit). Ada dua pilihan lokasi mengabadikan sunrise yakni di Stupa Borobudur dengan biaya per-orang Rp.250.000, salah satu alasannya karena Borobudur belum buka. Harga resmi masuk Borobudur adalah Rp.30rb per orang ditambah parkiran mobil Rp. 5rb. Lokasi kedua yang dapat ditempuh adalah di Bukit Pathuk Setumbu, dengan biaya pemandu sebesar Rp.50.000. Saya kalkulasi, jika ke Borobudur biaya berempat Rp.1 jeti bo dan uang tersebut tentunya tidak masuk ke pemerintah, aku dan keluarga akhirnya memutuskan ke Bukit Punthuk Setumbu.

Perjalanan berkendara ke lokasi dimaksud membutuhkan waktu berkisar 15 menitan ke kaki "bukit" tempat CRV=ku parkir dan butuh lagi berkisar 15 menit lebih ke bukitnya. Wow perjalanan yang melelahkan, akupun ke bukit tanpa keluarga karena perjalanannya mendaki, terbukti akupun ngos-ngosan untuk mencapai tempat, dipihak lain pemandu biasa-biasa saja tanpa ngos-ngosan.

Perjalanan yang melelahkan tersebut jadi hilang ketika beberapa saat lagi matahari terbit dan penantian beberapa menit mendebarkan sebab  untuk pertama kalinya saya akan mengabadikannya. 

Beberapa pelancong domestik dan manca negara lainnya telah lebih dahulu tiba dan telah memasang tripodnya, perkiraan orang yang menanti matahari terbit setidaknya di atas 20 orang. Matahari terbit mulai menggeliat, nongol dan memancarkan cahaya kuningnya sejak jam 6 kurang 7 menit, berangsur-angsur semakin meninggi dan menerangi Borobudur yang berada di dekat gunung merapi.

Bukan hanya matahari terbit yang menarik, namun embun yang tercipta dipagi hari menghiasi Gunung Merbabu, Merapi dan Borobudur, bahkan dari kejauhan bukit terlihat seperti ombak. 

Aku mengabadikan sunrise dan lautan embun, nampaknya titik puncak kepuasan mengejar matahari, tak sia-sia perjuangan dari Bandung dan ngos-ngosan saat mendaki. 

Setelah puas memotret puluhan kali dan terkadang diajarin ahli potret (Pak Parno) yang juga hadir saat itu, termasuk beliau menyetel Canon EOS 550D milikku, akupun menuliskan buku isian tamu dan menyertakan biaya Rp. 15.000 sebagai retribusi.

Meski telah puas mengabadikan sunrise, namun masih ada yang mengganjal, yakni belum tercapai keinginan menikmati matahari terbenam atau sunset, meskipun dua hari berturut-turut aku mengejar matahari terbenam, semoga pada suatu kesempatan lain saya bisa menikmati matahari terbenam di Parang Tritis.

Itulah salah satu keindahan kota Jogya, pembaca dapat mengejar matahari [terbit] atau sunrise di Borobudur atau Bukit Punthuk Setumbu di sisi Timur dan matahari [terbenam] atau sunset di sisi barat.  Tempat lain yang menarik pula adalah Candi Mendut, Keraton, Malioboro, keramahan orang Jogya yang juga geulis, hanya satu yang agak mengganggu tentang Jogya adalah banyak pengemudi motornya kurang ramah.

Salam Akhir, semoga pembaca terinspirasi untuk mengunjungi kota Jogya. AA.AbdulAzis@gmail.com - http://twitter.com/abdulaziso

Friday, April 20, 2012

Kubaca Firman Persaudaraan


Sudah kegaliban aku, tiap minggu pada Hari Senin dan atau Jumat, agak fokus membaca Time Line Twitter dan atau blog yang ada di jagad maya.

Pilihan Hari Senin (Isnaeni atau Hari kedua dalam bahasa arab) karena lazimnya, aku dalam perjalanan menggunakan travel untuk mencari keridhoaan Allah guna menafkahkan keluarga. Aku amat jarang membawa mobil kecuali amat perlu, karena experience-ku bercerita beberapa kali "kecelakaan" akibat ngantuk, bahkan meski hanya dua detik saja terlelap.

Pilihan Hari Jumat, karena hari tersebut merupakan hari barakallah kata orang melayu, pahala dilipatgandakan dan lebih mulia dari hari lainnya.

Pagi buta setelah Shalat Subuh hari ini dan qiraat Al Quran, saya melihat TL rekan yang pandai berpantun dan berpuisi, lalu melirik blogspot-nya, wow saya tertarik dengan puisi yang dikutip, berjudul Kubaca Firman Persaudaraan Karya @Salim A. Fillah. Tertegun aku dibuatnya, meski sering saya dengar paparan uztad atau baca sendiri firmanNya.

Bait pertama berbunyi:
Ketika kubaca firmanNya, “sungguh tiap mukmin bersaudara”
aku tahu, ukhuwah tak perlu diperjuangkan
tak perlu, karena ia hanyalah akibat dari iman.

Bagaimana tidak tertegun, kalimat baris kedua: aku tahu, ukhuwah tak perlu diperjuangkan. tak perlu, karena ia hanyalah akibat dari iman.

Yup, jadi teringat, ditempat aku kelompok pengajian yang memiliki ranting dan cabang di seluruh Indonesia, memang terlihat amir ukhuwah itu. Aku dan keluarga senantiasa mengikuti pengajian Al Qur'an, Hadits dan Nasehat di akhir pekan.

Galibnya, namun tidak rutin terdapat saja, keluarga yang senantiasa membawa makanan ringan untuk disajikan dan dimakan bersama, ketika terdapat keluarga yang sakit senantiasa dikunjungi setelah bubaran mengaji atau kesempatan lain, ketika terdapat akhwat yang melaksanakan sunatan, kenduri dan atau syukuran atau bahkan nikahan, biasanya berama-ramai menghadirinya dimana sumbangan dikumpulkan secara bersama dan disatukan, bukan dibawa sendiri-sendiri.

Sudah rutin pula tiap bulan, kelompok pengajian melakukan pembersihan mesjid seperti karpet, bangunan, lantai, WC dan kaca tanpa membedakan kasta. Tiap saat pembersihan mesjid, senantiasa beberapa keluarga membawa makanan ringan dan berat, sehabis bekerja sama dan bekerja bakti, kitapun makan bersama.

Kali ini setiap minggu terdapat laga bola, terkadang ada saja keluarga yang membawa makanan ringan, sekalian menonton laga bola bahkan ibu-ibu dan remaji dan remaja serta anak-anik.

Makna aku tahu ukhuwah tak perlu diperjuangkan. tak perlu, karena ia hanyalah akibat dari iman. Makna ini merasuk kejiwa, saking merasuknya saya "tersihir" untuk menulis di blog, setelah sejak 18 Desember 2011 tidak menorehkan tulisan.

Oh ya, agar tidak penasaran dengan puisi sesuai judul artikelku, sila lihat Puisi lengkapnya di bawah. Ingin lihat videonya di youtube, klik aja http://tlk.lv/2r2
Salam Jumat Penuh Barokah.

=========

Kubaca Firman Persaudaraan, karya Salim A. Fillah

Ketika kubaca firmanNya, “sungguh tiap mukmin bersaudara”
aku tahu, ukhuwah tak perlu diperjuangkan
tak perlu, karena ia hanyalah akibat dari iman

aku ingat pertemuan pertama kita, akhi sayang
dalam dua detik, dua detik saja

aku telah merasakan perkenalan, bahkan kesepakatan
itulah ruh-ruh kita yang saling sapa, berpeluk mesra
dengan iman yang menyala, mereka telah mufakat
meski lisan belum saling sebut nama, dan tangan belum berjabat

ya, kubaca lagi firmanNya, “sungguh tiap mukmin bersaudara”
aku makin tahu, persaudaraan tak perlu diperjuangkan

karena saat ikatan melemah, saat keakraban kita merapuh
saat salam terasa menyakitkan, saat kebersamaan serasa siksaan
saat pemberian bagai bara api, dan saat kebaikan justru melukai

aku tahu, yang rombeng bukanlah ukhuwah kita
hanya iman-iman kita yang sedang sakit, atau menjerit
mungkin dua-duanya, mungkin kau saja
tentu terlebih sering, imankulah yang compang-camping

kubaca firman persaudaraan itu, akhi sayang
dan aku makin tahu,mengapa di kala lain diancamkan;
“para kekasih pada hari itu, sebagian menjadi musuh sebagian yang lain..
kecuali orang-orang yang bertaqwa”

Friday, November 4, 2011

Indahnya Berqurban dan Kecerdasan Spiritual Intellegence

Surah Al Kautsar Ayat 1 sd 3


Hadith BerQurban

Netizen boleh jadi pernah membaca buku best seller karya Stephen Covey (@StephenRCovey) berjudul 8th Habit from Effectiveness to Greatness. Beliau juga pengarang buku best seller The 7 Habits of Highly Effective People. Pada Buku 8th, membagi kecerdasan manusia atas 4 yakni:
  1. Kecerdasan Fisik atau Physical Intellegence (PQ)
  2. Kecerdasan Intelektual atau Intellectual  (IQ)
  3. Kecerdasan Emosi atau Emotional Intellegence (EQ)
  4. Kecerdasan Spiritual atau Spiritual Intellegence (SQ)
Maaf penulis bukan mengajak membaca kembali atau membeli buku terlaris tersebut namun saya ingin menyampaikan bahwa kecerdasan manusia yang dikelompokkan Stephen Covey ada pada diri manusia. Jika penulis mengaitkan dengan judul artikel ini maka kecerdasan Spiritual atau SQ amat berkaitan.

Diawal artikel ini penulis menyampaikan Surah Al Kautsar ayat 1 sd 3 dan  2 Hadith terkait berqurban, beberapa highlight:
  1. Surah Al Kautsar mengajak umat manusia untuk shalat dan berqurban, dengan diawali adanya sungai di surga dan diakhiri dengan peringatan >> Intinya mengajak untuk shalat dan berqurban.
  2. Arti Hadith 1: Tidaklah beramal anak Adam dari suatu amalan pada Hari Qurban yang lebih disenangi oleh Allah dari pada mengeluarkan darah (menyembelih qurban), sesungguhnya binatang qurban di Hari Kiamat akan datang dengan tanduknya, bulunya, kuku kakinya dan sesungguhnya darah qurban niscaya jatuh di sisi Allah pada suatu tempat sebelum darah itu jatuh di bumi, maka bersenang hatilah (ikhlas red.) kamu sekalian dengan qurban (Riwayat Tarmidzi dalam Kitab Adha - Hadithnya Hasan).
  3. Arti hadith 2: Barang siapa yang berqurban dengn senang hati (ikhlas red.) lagi mencari pahala pada qurbannya, maka qurbannya menjadi penghalang baginya dari neraka (Riwayat Tabrani).
Untuk memahami Al Quran dan Hadith di atas, kecerdasan SQ lebih harus dikedepankan dibandingkan dengan kecerdasan lainnya.

Akan semakin indah, jika kita netizen terlibat langsung dalam melakukan pemotongan, penyisikan, pembersihan dan pemasakan serta berpartisipasi berbagi kepada sesama muslim dan warga serta fakir miskin.

Pesan Inspiratif: Mari berqurban karena dengan berqurban kita menjalankan perintah ilahi, berpahala, penghalang dari neraka, dapat experience dan kita dapat berbagi antar sesama.

Tuesday, October 25, 2011

Sanggupkah SEKAR Semerbak Mewangi

Sambil menunggu boarding pesawat menuju Makassar, untuk mengikuti RaKerNas (Rapat Kerja Musyawarah Nasional) Serikat Karyawan (SEKAR) Telkom IV, rasanya saya ingin memikirkan kembali hal yang terserak dan tergeletak di otak dan benak terkait SEKAR yang belum tercetak.

Lalu ingatanku menerawang pada kutipan bertabur kata indah yang disampaikan oleh Sarwoto (EGM InfraTEL) pada tanggal 13 Pebruari 2009 yang akan segera menjadi CEO Telkomsel. Kata indah tersebut berasal dari ahli strategi perang Sun Tzu:
  • If you lose wealth, you lose nothing,    
  • If you lose health, you lose something,   
  • If you lose character, you lose everything.  

artinya:
  • Jika anda kehilangan kekayaan, anda tidak kehilangan apapun,
  • Jika anda kehilangan kesehatan, anda kehilangan sesuatu, 
  • Jika anda kehilangan karakter, anda kehilangan segalanya.

Sarwoto [CEO Telkomsel] menyampaikan pesan moral agar jangan kehilangan karakter, ketika anda kehilangan karakter maka akan kehilangan segalanya.

Kata indah di atas menginspirasi saya pada tahun lalu (akhir Maret 2010) untuk menawarkan bagaimana Visi, Misi dan Strategi untuk Calon Ketua Umum Wisnu Adhi Wuryanto. Pada awalnya saya berdiskusi dengan para sekaris InfraTEL dan menyampaikan ingin membantu Calon Ketua Umum agar mempunyai materi komprehensif dan strategis yang akan disampaikan pada saat Debat Calon Ketua Umum. Pencalonan ini terkait persaingan seluruh insan Telkom bukan setingkat insan InfraTEL.

Seperti kata pepatah, power not given but must be created. Tidak mungkin beliau menawarkan ke saya untuk membantu, apa kata dunia, maka saya mencoba menawarkan ke Calon Ketum Wisnu Adhi Wuryanto untuk membantu menyiapakan materi Visi, Misi dan Strategi.

Beliau sepakat untuk mewujudkan hal tersebut dan meminta saya untuk bergabung dan menyesuaikan dengan tim yang telah ada. Pada saatnya, suatu ketika datang ke ruangan agar saya  mendengarkan semua obrolan yang dilakukannya dengan beberapa tokoh sekaris kunci. Akhirnya saya menawarkan apa yang harus diusung dengan menyodorkan konsep yang bernama Beyond SEKAR 124, mengapa demikian:
  1. Harus mengusung 4 Strategi yang salah satunya adalah Character dan ditambah dengan 3C lainnya yakni  Competetency, Communication and Collaboration.
  2. Beliau berada di kamar wisma nomor 124.
  3. Angka 1 merupakan 1 Visi yakni terwujudnya persatuan dan kesatuan untuk kemajuan serta kelangsungan perusahaan (sustainability) demi meningkatkan kesejahteraan karyawan dan kepuasan stake holder lainnya. 
  4. Angka 2 merupakan 2 Misi, yakni: 1) memuaskan kebutuhan stake holder (anggota, perusahaan, pemegang saham, manajemen telkom, pelanggan telkom dan masyarakat) secara seimbang dan 2) menjadi  organisasi serikat di Indonesia dan Regional.
Akhirnya kami berdisikusi dan setuju dengan konsep tersebut, namun beliau sebagai leader meminta untuk 4C diganti dengan 4K, karena kata C identik dengan Value Telkom 5C. Inilah polesan sederhana dan luar biasa dari Calon Ketua Umum SEKAR.

Konsep inilah yang diusung saat debat Calon Ketua Umum. Silakan baca pula 3 Kandidat KETUM Berdebat Dihadapan Peserta MUNAS-IV

Berkat kerja keras, kerja cerdas dan ikhlas semua tim sukses (sepeti tim strategis, lobby, taktik dan kampanye) membuahkan hasil sehingga pada tanggal 31 Maret 2010, beliau dikukuhkan sebagia Ketua Umum Serikat Karyawan Telkom Indonesia periode 2010-2014.

Dalam perjalanan SEKAR, salah satu pengakuan regional yang didapatkan SEKAR bersama Manajemen Telkom yakni ketika mendapatkan penghargaan regional di [sila klik] UNI Global Union Asia Pacific Region (UNI Apro) dalam kongresnya di Manila (5-6 Juli 2011). Saat presentasi SEKAR juga mengusung Beyond SEKAR 124, yang dalam materi leaflet menggunakan bendera merah putih di latar belakang Visi dan Misi, sedangkan 4K Staretgi dibarengi dengan gambar Yin and Yang, serta jika tidak keliru menyampaikan kata indah ahli Strategi Sun Tzu. 

Penghargaan tersebut merupakan salah satu milestone pencapaian Misi Kedua SEKAR Telkom. Beberapa  rentetan penghargaan dan hasil karya yang telah dicapai seperti memastikan tidak terjadi akusisi atau sinergi dengan Bakrie Telkom. Namun tentunya disamping keberhasilan masih ada pula hal yang perlu ditingkatkan contoh fasiltias kesehatan [YAKES], Collaboration Innovation dan Commitmen To Longterm.

Semoga segala hal-hal positif senantiasa memberikan keharuman SEKAR Mewangi, masih banyak waktu dan program yang tersisa perlu diwujudkan.

History di atas yang telah menginspirasi saya untuk berpartisipasi di RaKerNas sehingga harus mengambil cuti  dan serta adanya kehendak positif untuk mengusung minimal Misi SEKAR terkait kebutuhan stakeholder. (AA- dalam penantian di Bandara Soetta menuju Makassar).

Saturday, October 1, 2011

Rahasia Mengubah Dunia

Entah mengapa semangat berbagi di blog semakin luntur dalam diriku, katakanlah untuk blog ini terakhir saya menulis 14 Mei 2011, padahal banyak pikiran yang terserak dan tergeletak dalam benak dan otak yang belum berdetak. Apatah karena pikiran kurang fokus atau mood kurang pas. 

Kata M. Fauzil Adhim dalam buku Dunia Kata, juga pengarang buku Kupinang Engkau dengan Hamdallah, menyatakan bahwa mood tidak dicari atau ditunggu, namun harus diciptakan. Saya mencoba untuk menciptakan mood, namun bagaimana saya harus menulis? Tiba-tiba pikiran yang terserak dan tergeletak di benak dan otak adalah 4M: mulai dari diri sendiri, mulai dari saat ini, mulai dari yang kecil dan mulai dengan bergairah. 4M sebenarnya bisa "diidentikkan" dengan Rahasia Mengubah Dunia tulisan di makam Westminster Abey, Ingris. Berikut tulisannya.

Ketika aku masih muda dan bebas berkhayal, aku bermimpi ingin mengubah Dunia. Seiring dengan bertambahnya usia dan kearifanku, kudapati bahwa dunia tak kunjung berubah, maka cita-cita itupun agak kupersempit, lalu keputusanku untuk hanya mengubah Negeriku. Namun tampaknya hasrat itupun tiada hasilnya. Ketika usiaku semakin senja, dengan semangatku yang masih tersisa, kuputuskan untuk mengubah Keluargaku, orang-orang yang paling dekat denganku. Tetapi celakanya merekapun tidak mau diubah! Dan kini sementara aku berbaring saat ajal menjelang, tiba-tiba kusadari: "Andai yang pertama-tama kuubah adalah Diriku, maka dengan menjadikan Diriku sebagai panutan, mungkin aku bisa mengubah Keluargaku. Lalu berkat inspirasi dan dorongan mereka, bisa jadi akupun mampu memperbaiki Negeriku; kemudian siapa tahu, aku bahkan bisa Mengubah Dunia!" Tulisan yang mengharukan tersebut dipahat di atas sebuah makam di Westminster Abbey, Inggris dengan catatan tahun 1100 Masehi.

Silakan netizen memilih topik pembicaraan mana yang paling menarik untuk dibahas?:
  1. Situasi perekonomian dunia yang dipicu oleh krisis hutang Yunani, gejolak green back, harga minyak yang melorot dan harga emas yang sempat menukik.
  2. Iklim politik di tanah air kasus wisma atlet-Nazaruddin, paket durian-"Kemenakertrans", reshuffle kabinet dan kisruh pembahasan anggaran tahun depan antara DPR dan KPK.  
  3. Kemacetan lalulintas, cuaca dingin menyengat kota Jakarta.
  4. Kondisi persaingan bisnis di industri tempat dimana Anda bekerja.
  5. Kebijakan manajemen puncak tempat bekerja.
  6. Menumpuknya pekerjaan.

Penulis menduga dan menebak, jika survey dilakukan, sebagian besar memilih untuk membicarakan point 1 sd 5 baik di warung pinggir jalan, di kantor, sampai pembicaraan para pejabat dan eksekutif perusahaan. Topik nomor 6 biasanya hanya dibicarakan di meja-meja rapat, itupun harus dengan diembel-embeli workshop atau lokakarya yang mengambil tempat di hotel berbintang atau villa yang sejuk dan jauh dari tempat kerja diselingi topik nomor 1 sd 5.

Untuk menjawab pertanyaan di atas, ada baiknya memperhatikan gambar berikut di bawah (terinspirasi dari suatu tulisan).


Setiap orang sesungguhnya memiliki tiga buah lingkaran dengan pusat yang sama dalam kaitannya changes (perubahan). Lingkaran paling luar adalah lingkaran pengamatan (circle of attention). Pada lingkaran ini kita hanya bisa jadi penonton. Kita praktis tidak memiliki kekuatan untuk melakukan apa-apa selain menerima apa yang terjadi. Jika melihat topik di awal, maka topik nonmor 1 sd 3 berada pada lingkaran pengamatan bagi kebanyakan orang kecuali untuk orang yang mempunyai kedudukan atau jabatan atau kekuasaan yang sangat besar ataukah kita hanya bisa berdoa.

Lingkaran yang kedua adalah lingkaran perhatian (circle of concern). Pada lingkaran ini kita menjadi pemeran figuran. Kita bisa berinteraksi dengan pemeran utama atau pemeran pembantu tetapi tidak bisa berbuat banyak selain memberikan dukungan berupa upaya dan mungkin dana. Topik nomor 4 dan 5 berada pada lingkaran perhatian ini.

Lingkaran ketiga atau yang paling dalam adalah lingkaran pengaruh (circle of influence). Pada lingkaran ini, kita menjadi pemeran utama. Kita bisa melakukan sesuatu untuk menciptakan perubahan. Topik nomor 6 berada pada lingkaran ini.

Berdasarkan tulisan di atas, lingkaran pengaruh merupakan lingkaran yang efektif dapat kita lakukan dan sejalan dengan Salam 4M:
  1. Mulai dari diri sendiri,
  2. Mulai dari saat ini,
  3. Mulai dari yang kecil dan
  4. Mulai dengan bergairah.

Jika saya mengaitkan dengan keseharian di kantor, maka hal-hal berikut ini tentunya masuk dalam lingkaran pengaruh saya dan tentunya saya dapat melakukannya:
  • Saya seharusnya bisa membiasakan menggunakan kertas bekas, jika hanya digunakan untuk oret-oretan atau printout oret-oretan.
  • Saya seharusnya mampu mematikan lampu-lampu atau komputer ketika tidak digunakan lagi atau saat pulang atau mematikan lampu ketika keluar ruang rapat.
  • Saya seharusnya mampu berhemat menggunakan tissue dan air di toilet. Contoh mematikan kran air dan menggunakan tissue secukupnya.
  • Saya seharusnya menerapkan Going Green (reduce, recycle dan reuse), bukankah ini merupakan program yang telah mendunia.

Semua kegiatan di atas merupakan kebiasan positif yang berusaha harus dilakukan. Semoga netizen demikian pula halnya; jika belum, mari melakukan perubahan yang merupakan lingkaran pengaruh diri sendiri. Banyak tentunya orang yang sinis, ngapain melakukan hal-hal yang kecil tersebut, toh banyak hal yang besar dapat dilakukan seperti:
  • Melapor ke whistle blower yang telah melakukan mark-up (penggelembungan) harga atau kuantitas dalam pengadaan.
  • Melaporkan pegawai yang kongkalikong dengan vendor dalam proses pengadaan.
  • Melaporkan para koruptor.
  • Melaporkan pegawai yang menggunakan anggaran kantor untuk pembelian perangkat mobil atau tablet.

Laporan di atas merupakan hal yang perlu dilakukan pula namun hanya masuk pada lingkaran perhatian atau pengamatan. Ada beberapa orang yang tentunya masuk dalam lingkaran pengaruhnya seperti pejabat yang berwenang atau penguasa, merekalah yang seharusnya melakukan perubahan atau perbaikan.

Semoga tulisan ini menginspirasi netizen untuk mengubah diri sendiri yang pada gilirannya dapat mengubah keluarga, lingkungan, negeri dan dunia.

Salam Rahasia Mengubah Dunia dan Salam 4M. AA-AbdulAziso

Saturday, May 14, 2011

The Becak Way

The Becak Way, Inspiring graphic guide to Ngayogyakarta Hadiningrat, sebuah buku karya Harry van Yogya. Karya dari buah pikiran dan kreativitas seorang penarik becak. Buku setebal 184 halaman telah beredar setidaknya April 2011, penerbitnya  Tiga Serangkai Solo.

Buku yang memuat falsafah hidup, sejarah dan humanisme, demikian kata Walikota Yogyakarta H. Herry Zudianto di Prolog buku The Becak Way.

Pengarang buku tersebut juga aktif di social media seperti facebook dengan nama Harry van Yogya dan twitter @HarryvanYogya. Pada pukul 21.14 tanggal 14 Mei 2011, telah memiliki teman di facebook sebanyak 5001 dan 525 follower di twitter.


Harry van Yogya, single parent dengan tiga anak. Disela melakukan profesi sehari-harinya sebagai penarik becak, senantiasa aktif meng-update facebook-nya. Bahkan pemesanan becak dapat dilakukan melalui facebook, email ataupun telpon. 


Kepiawaian menulis tentunya tidak datang dari langit, Harry sempat menempuh kuliah selama 5 Semester namun tidak dilanjutkan karena kesulitan biaya. Teman kuliahnya tidak pernah meremehkan profesinya sebagai penarik becak. 


Buku ini menggambarkan pula bahwa 
siapapun dapat memanfaatkan teknologi internet, tidak peduli apapun profesinya. 


Semoga The Becak Way senantiasa menginspirasi siapa saja bahwa kerja keras, kerja cerdas dan kerja ikhlas selalu memberikan arti luar biasa, tidak peduli apapun profesinya. 


Semoga netizen ingat untuk membeli bukunya! Salam bangga buat Harry van Yogya.

Merah Putih yang Mulai Tercabik

Di salin ulang dari Kompas 11 Mei 2011 karya Nina Susilo

"Orang-orang bilang, besar dan megahnya kedutaan menunjukkan kekayaan dan kebesaran negara itu.” Kata seorang teman asal Thailand. Kannaporn Akarapisan. Saat itu, awal musim semi ini, saya dan dia sedang menyusuri Massachussetts Avenue, berjajar bangunan-bangunan kedutaan berbagai negara. Kamipun menjulukinya sebagai “jalan kedutaan.”

Tiba di sebuah bangunan, lambang Garuda terpasang di bagian atasnya. Bendera Merah Putih berkibar di depan gedung. Inilah kedutaan besar RI di Amerika Serikat. Namun kegembiraan menemukan lambang yang sudah dikenal itu pupus seketika.

The flag is torn,” ujar Kannaporn. Bagian ujung sambungan warna merah dan putih mulai terpisah. Bagian yang robek itu setidaknya sepanjang 20 cm.

Kalau kedutaan besar yang menjadi perwakilan sebuah negara saja tidak menampilkan dirinya secara baik, kondisi negerinya tidak jauh beda. Warga biasa, yang disebut Ketua DPR Marzukie Alie sebagai tidak tahu apa-apa dan hanya pusing mengurusi perut, juga tahu bahwa hidup makin sulit dan harga segala barang terus melambung, sementara negara tidak mengurusi warganya supaya kesulitan hidup tidak demikian membelit.

Bukan hanya kesulitan ekonomi. Fenomena histeris masal anak-anak sekolah berkali-kali terjadi. Psikiater dan Humas Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa dr Nalini M Agung pernah mengatakan, histeris massal ini akibat represi kecemasan hebat dan menyebar luas melalui media massa.

Soliditas warga negara yang dulu terkenal gotong royong dan toleransi tinggi juga semakin retak. Kelompok-kelompok masyarakat tertentu menyerang kelompok masyarakat lain dengan mengatasnamakan agama, seperti terjadi di Cikeusik, Tangerang, Banten, awal Februari ini. Negara (baca: polisi) yang semestinya hadir melindungi saat warganya diserang warga lain entah ada dimana.

Wakil rakyat semestinya menyuarakan aspirasi rakyat sibuk mendapatkan fasilitas mewah. Mereka memperjuangkan gedung bernilai Rp. 1,138 triliun lengkap dengan berbagai fasilitas atau menyusun jadual untuk ”memanfaatkan” anggaran kunjungan kerja ke luar negeri.

Karut-marut Indonesia tiada habisnya. Setelah bencana, para pejabat negara dan daerah tersandung korupsi. Saling tikam dalam kehidupan politik terus terjadi bersisian dengan transaksi. Konflik antar warga dan aparat keamanan bergantian dengan teror bom yang menerpa.

Sementara warga Indonesia lainnya yang bekerja sebagai pelaut dibajak kapalnya dan disandera perompak Somalia. Polisipun kecolongan dengan ledakan bom di masjid markas Kepolisian Resor Kota Cirebon.

Seakan tiada cukup bertanda buruk, tercabik-cabiknya bangsa ini seperti tergambar dengan robeknya bendera Merah Putih yang berkibar di depan Kedubes Indonesia di AS.

Memperbaiki bendera Merah Putih di depan Kedubes Indonesia di AS sebenarnya mudah saja. Jahit saja atau 200 juta warga Indonesia akan dengan senang hati membelikan bendera Merah Putih yang baru.

Namun, pokok soalnya bukan sekedar memperbaiki bendera tentunya. Mereka yang menjalankan pemerintahan di negara ini semestinya mulai bekerja serius memperbaiki negara yang tercabik-cabik.

Cukup sudah perilaku koruptif. Atau apakah negara akan membiarkan robekan itu terus membesar?

Sunday, June 6, 2010

Bakti Bagi Negeri. Tak ada anak bodoh


"Tak ada anak yang bodoh, yang ada adalah anak yang tidak dapat akses informasi", demikian kata YOHANES SURYA (YS) saat Summit Business Technology (#BizTech) 2010 di Bandung. Beliau merupakan pencetak manusia Indonesia yang berprestasi di Olimpiade Pengetahuan (biologi, fisika, matematika, kimia).

Banyak ragam akses informasi, yakni melalui melalui internet seperti social network (facebook, myspace, orkut), blogging platform (blogger, plurk, twitter, wordpress), social news (detik, digg, reddit, technoarti), bookmarking site (google, favorites, live), tools (email, gmail, ymail) atau melalui buku atau melalui pengajaran langsung oleh guru atau ulama.

Untuk membuktikan pernyataan YS, maka saat bekerjasama dengan pemerintah Papua, beliau meminta agar diberikan anak yang paling bodoh di tiap Kabupaten. YS mendidik anak Papua dalam beberapa bulan ternyata mereka menjadi pintar. Beberapa diantara anak tersebut dipersiapkan untuk mengikuti Olimpiade Pengetahuan. YS punya obsesi, jika salah satu anak menjadi juara di Olimpiade beliau akan mengundang orang tuanya dan memamerkan kepada dunia bahwa anak menjadi pintar dapat diperoleh dari lingkungan yang "terbelakang", simbolisasi tersebut dilakukan dengan mengijinkan orang tua sang juara menggunakan koteka.

Pada masa mendatang YS merencanakan mendirikan sekolah dengan metode pengajaran yang spesifik tiap tingkatan, anak SD kelas 1 belajar segala bahasa, kelas 2 materi musik, kelas 3 menjajal matematik, kelas 4 menggeluti sains dan kelas 5 mempelajari ilmu sosial dan kelas 6 bebas.


Apa yang dilakukan oleh YS merupakan salah satu contoh bagaimana "anak terbelakang" dapat menjadi pintar jika mendapatkan akses informasi. Mari turut bermanfaat bagi lingkungan melalui pencerahan atau pengajaran, membantu penyediaan buku, penyediaan akses informasi melalui internet.


Setiap diri dapat memberi bantuan untuk mengurangi "anak terbelakang". Salah satu contoh yang dilakukan  Komunitas Blogger Flobamora-NTT bersama Founders Taman Bacaan Pelangi (Rainbow Reading Gardens). Hal yang dapat dilakukan adalah membantu menyediakan atau mengumpulkan buku bacaan untuk anak Flores.

Saat ini telah didirikan 6 Taman Bacaan Pelangi di 6 kampung Manggarai Barat-Flores, yaitu Kampung Melo, Kampung Roe, Desa Nampar Macing, Kampung Komodo, Kampung Rinca dan Kampung Papagarang. (3 di daerah pegunungan dan 3 di “laut” yaitu di perkampungan nelayan yg terletak di kepulauan Taman Nasional Komodo). Rencananya akan dibuka di 3 desa lagi, yaitu di Kampung Kukusan (Pulau Kukusan), Kampung Kerora (Pulau Rinca) dan Kampung Nara.

Salam Memberi Value Bagi Lingkungan.